Sintang, Penalikenews.com – Renungan pada hari pertama Minggu ini diambil dari “Keluara ygn 15:26 “…Sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”
Sahabat Kristus,…..
Pernahkah Anda merasa bahwa hidup sedang membawa Anda ke sebuah tempat bernama “Mara”…? sebuah tempat di mana air kehidupan yang Anda harapkan menyegarkan, justru terasa pahit … ?
Di Mara dekat laut Merah dalam perjalanan bangsa Israel, untuk pertama kalinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Yehovah Rapha. bahwa Rapha adalah nama-Nya, hakikat-Nya, dan identitas-Nya.
Dalam kacamata iman, penyakit dan penderitaan adalah bentuk “distorsi” atau kekacauan dari rancangan asli Allah yang sempurna atas hidup kita karena dosa.
Namun saat Tuhan menyatakan diri sebagai Rapha (Sang Pemulih), Ia sedang menegaskan kedaulatan-Nya untuk merestorasi hidup kita yang kacau menjadi Harmoni ilahi yang utuh dengan diriNYA.
Penyembuhan Tuhan selalu bersifat holistik. Ia tidak hanya bekerja pada tingkat sel-sel tubuh yang rusak, tetapi Ia masuk lebih dalam ke palung hati untuk memulihkan jiwa yang getir dan roh yang patah.
Mengenal Tuhan sebagai Yehovah Rapha berarti kita memiliki jangkar iman yang tidak bergantung pada “kemungkinan” medis, melainkan pada Karakter Allah sebagai Yehovah Rapha.
Kepahitan “Mara” dalam hidup kita hari ini bukanlah akhir dari cerita, melainkan sebuah panggung di mana Tuhan akan menunjukkan bagaimana kedaulatan-Nya mampu mengubah kepahitan menjadi manisnya mujizat.
Seorang ahli pembuat jam tangan antik tidak hanya melihat sebuah jam dari fisik luarnya. Ketika jam itu rusak, ia mendengar detak mesinnya yang tidak beraturan, ia memahami setiap gesekan roda gigi yang aus, karena dialah yang merancang jam itu
Allah adalah Sang Maestro kehidupan, DIA adalah Yehovah Rapha, DIA-lah yang merajut setiap syaraf dan menimbang setiap sell kita sejak dalam kandungan.
Saat hidup kita terasa “rusak” atau “pahit”, Bawalah kembali kepada Sang Maestro kehidupan karena hanya Penciptalah yang memiliki otoritas mutlak untuk merestorasi ciptaan-Nya menjadi baru kembali.
Aplikasi Firman:
A. Hidupi Identitas anda didalam Kristus di Atas Diagnosa Dunia
Berhentilah mendefinisikan diri Anda berdasarkan penyakit atau kegagalan Anda.
Jadikan Yehovah Rapha sebagai identitas yang menaungi Anda. Serahkan setiap rasa sakit ke tangan-Nya, karena di tangan-NYA, kehancuran selalu bisa diubah menjadi keutuhan.
Yeremia 17:14 “Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!”
B. Sinkronisasi Ketaatan dengan Proses Pemulihan
Penyembuhan seringkali dimulai dari telinga yang mau mendengar dan Hati yang mau taat. Ketaatan pada Firman adalah jalan restorasi.
Ketika kita menyelaraskan pikiran kita dengan Firman Tuhan, kita sedang membuka pintu kesembuhan untuk mengalir dan memulihkan hidup kita.
Amsal 4:22 “Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.”
“Badai kehidupan mungkin meninggalkan luka, namun Yehovah Rapha tetap bertahta di atas segalanya untuk mengubah kepahitan ‘Mara’ menjadi kesaksian manis yang memulihkan.”
Quotes Inspirasi:
_*”Penyembuhan ilahi bukanlah sekadar intervensi medis dari Surga, melainkan sebuah re-aktualisasi kehadiran Allah yang merestorasi kehidupan yang hancur, menjadi utuh dan manis kembali”.(Tsm/tim)















