Bincang Santai Asintel Kejati Bengkulu, Kupas Peran Intelijen dan Pengalaman Bertugas

BENGKULU, Penalikenews.com – Suasana hangat dan santai mewarnai perbincangan bersama Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Dr. David Palapa Suarsa, di ruang kerjanya, Kamis (16/4). Obrolan berlangsung usai dirinya mendampingi Kepala Kejati Bengkulu, Victor Antonius Saragih, berpamitan dengan Forkopimda seiring penugasan barunya di tingkat pusat.

Dalam kesempatan tersebut, David mengenang perjalanan tugasnya selama hampir dua tahun di Bengkulu. Ia menegaskan bahwa peran intelijen kejaksaan memiliki posisi penting dalam menjaga wibawa institusi sekaligus mengawal berbagai perkara strategis.

“Peran intelijen itu tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya nyata,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tugas intelijen tidak hanya sebatas menghimpun informasi, tetapi juga meliputi pengamanan, pengawasan, dan pengawalan terhadap berbagai program strategis nasional. Di Bengkulu, peran tersebut dijalankan dalam pengamanan proyek nasional, pengawasan aliran kepercayaan (Pakem), hingga pengawalan agenda demokrasi seperti pemilu dan pilkada.

Selain itu, Kejati Bengkulu juga aktif mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional. David menyebut, sejak awal pelaksanaan, pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan pemantauan langsung untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan.

“Mulai dari kesiapan dapur, tenaga pelaksana, hingga kualitas bahan makanan, semuanya kami pastikan berjalan baik,” jelasnya.

Alumni Universitas Lampung ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Kabag TU di Kejati Jawa Barat, Kajari Tanggamus, dan Kajari Probolinggo. Saat bertugas di Probolinggo, ia menangani sejumlah perkara besar, termasuk kasus kebakaran di kawasan Bromo yang telah diputus pengadilan.

Kini, David dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso. Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan tersebut dan siap melanjutkan tugas penegakan hukum secara profesional.

Ia juga mengapresiasi capaian Kejati Bengkulu yang berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu terbaik dalam penanganan perkara korupsi bersama Kejati Jawa Timur dari Kementerian PAN-RB, sekaligus mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Menutup perbincangan, David berpesan agar sinergi dengan berbagai pihak, khususnya media, terus dijaga.

“Media adalah mitra strategis Kejati. Hubungan baik ini harus terus dipertahankan,” tegasnya.

Ia pun berpamitan dan berharap Kejati Bengkulu dapat terus meningkatkan kinerja serta menjaga kepercayaan publik ke depan.

About The Author