Bengkulu, Penalikenews.com – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Air Seluma tahun anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp30,9 miliar masih dibutuhkan warga menjadi perhatian menyusul isu kondisi saluran irigasi dan dugaan alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan sawit.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian di antaranya BS 7, BS 8 dan Desa Sukarami. Kondisi saluran sekunder Air Seluma juga perlu mendapat perhatian, terutama pada titik yang berada di dekat tebing dan rawan longsor saat musim hujan.
Reza, juru ukur PT Bajasa Manunggal Sejati selaku pelaksana proyek, mengatakan pihaknya melakukan perbaikan saluran sekaligus membuat jalan inspeksi untuk mendukung pemeliharaan jaringan irigasi.

Menurut Reza, lahan pertanian di Seluma Selatan masih cukup luas. Salah satunya di Desa Petai Keriting yang masih memiliki ratusan hektare lahan sawah.
“Di Desa Petai Keriting saat ini masih terbentang lahan sawah yang luasnya mencapai ratusan hektare,” ujar Reza.
Hal tersebut juga dibenarkan warga Desa Petai Keriting, Imam. Ia mengatakan masyarakat hingga kini masih mengandalkan irigasi Air Seluma untuk mengairi sawah.


“Di Desa Petai Keriting dan sekitarnya masih banyak sawah. Kami masyarakat di sini masih bersawah dan menanam padi dengan menggunakan saluran irigasi Air Seluma dan jalan Inspeksi untuk mengangkut hasil pertanian,” kata Imam.
Ia berharap jaringan irigasi terus dipelihara dan jalan inspeksi diperbaiki agar dapat menunjang aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Sementara itu, isu mengenai alih fungsi lahan dan kondisi irigasi di Seluma diharapkan dapat ditangani berdasarkan data serta kondisi faktual di lapangan. Pengawasan terhadap jaringan irigasi dan jalan inspeksi pemanfaatan lahan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian masyarakat.***(ES)











