BENGKULU, Penalikenews.com – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu.
Kepala Subbagian Tata Usaha BWSS VII Bengkulu, Deky Agusprawira, S.P., M.M., mengatakan penanganan dan antisipasi dampak kekeringan merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi BWSS VII dalam pengelolaan sumber daya air.
Menurutnya, jajaran BWSS VII, khususnya Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP), telah menyiagakan petugas di seluruh kabupaten dan kota untuk memantau kondisi di lapangan serta menyampaikan laporan terkait kejadian kekeringan.
“Teman-teman di balai, terutama di bidang Operasi dan Pemeliharaan, sudah mengantisipasi dengan menerjunkan tim dan petugas yang ada di seluruh kabupaten dan kota. Setiap kejadian di lapangan diinformasikan ke balai dan selanjutnya kami laporkan kepada pembina di pusat,” ujar Deky.
Ia menjelaskan, hasil pemantauan dan laporan dari daerah menjadi dasar bagi BWSS VII Bengkulu dalam menentukan langkah penanganan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Prioritas utama, kata Deky, adalah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Namun, BWSS VII juga tetap memperhatikan ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi dan sektor pertanian.
“Kebutuhan air untuk masyarakat menjadi prioritas, tetapi kebutuhan air untuk irigasi dan pertanian juga tetap menjadi perhatian,” katanya.
Dalam menjalankan langkah antisipasi tersebut, BWSS VII Bengkulu terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM, serta instansi terkait lainnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan BWSS VII Bengkulu, Fikri Edi, S.T., mengatakan pihaknya juga melakukan pendataan terhadap wilayah pertanian dan kelompok tani yang terdampak kekeringan.
“Kami berkoordinasi dengan BPBD, Dinas PU, serta menerjunkan tim langsung ke kelompok-kelompok tani untuk mendata lokasi yang mengalami kekeringan,” ujar Fikri.
Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan penanganan di lapangan, termasuk kemungkinan penyediaan bantuan pompa maupun distribusi air bersih bagi masyarakat yang mengalami krisis air.
“Penanganan di lapangan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Jika membutuhkan pompa atau bantuan air bersih, tentu akan kami koordinasikan untuk langkah penanganannya,” tambahnya.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi kekeringan, BWSS VII Bengkulu sebelumnya telah menyalurkan puluhan ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Pinoraya.
Penyaluran air bersih dilakukan setelah adanya laporan dan keluhan masyarakat mengenai keterbatasan akses air bersih. Dalam pelaksanaannya, BWSS VII bekerja sama dengan PDAM Tirta Manna serta menyiapkan armada tangki untuk mendistribusikan bantuan.
Bantuan air bersih tersebut antara lain disalurkan ke Desa Pasar Pino sebanyak 8.000 liter untuk 100 kepala keluarga, Desa Nanjungan sebanyak 7.000 liter untuk sekitar 200 kepala keluarga, Desa Padang Beriangan sebanyak 8.000 liter untuk sekitar 300 kepala keluarga, Desa Selali sebanyak 4.000 liter untuk 40 kepala keluarga, serta Desa Tungkal 2 sebanyak 7.000 liter.
Selain pendistribusian air bersih, BWSS VII Bengkulu juga menyiagakan berbagai peralatan operasional internal guna menghadapi kemungkinan dampak perubahan cuaca ekstrem.
Deky menegaskan kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari komitmen BWSS VII Bengkulu untuk memastikan penanganan dampak El Nino dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.***(ES)











