Dispora Majalengka Gelar Seleksi Pemuda Pelopor 2026, Tiga Terbaik Siap Melaju ke Provinsi.

MAJALENGKA, Penalikenews.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Majalengka kembali menggelar program seleksi Pemuda Pelopor sebagai upaya mendorong lahirnya generasi muda yang maju, cerdas, dan berdaya saing.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majalengka, Uju Gustiawan, mengatakan bahwa program ini menjadi wadah strategis untuk menjaring pemuda-pemudi inspiratif yang mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Pemuda pelopor adalah agen perubahan. Mereka pemikir kritis, inovator, sekaligus calon pemimpin masa depan yang akan membawa bangsa ini menuju kemajuan. Melalui seleksi ini, kami berharap dapat menemukan sosok yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Uju, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan, pemuda merupakan aset berharga bangsa yang perlu diberikan ruang untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya. Melalui program ini, Dispora ingin memfasilitasi berbagai gagasan inovatif dari kalangan generasi muda.

Kadispora berharap besar agar pemuda di Kabupaten Majalengka semakin berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat. “Kami optimistis, melalui program ini akan lahir lebih banyak pemuda pelopor yang mampu membawa kemajuan bagi daerah,” pungkasnya.

Sementara Kabid Layanan Kepemudaan, Astrie Deviyanti, menambahkan bidang yang dilombakan pada program pemuda pelopor meliputi pendidikan, seni budaya, pangan, pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup, pariwisata, serta inovasi teknologi. Berbagai karya dan ide kreatif dari peserta dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Program Pemuda Pelopor ini sangat baik untuk mewadahi pemikiran dan kreativitas pemuda Majalengka, sekaligus mendorong mereka agar bisa berkontribusi positif bagi daerah,” tambahnya.

Dari total 26 peserta yang mengikuti seleksi tingkat kabupaten, Dispora Majalengka menetapkan tiga pemuda pemudi terbaik untuk mewakili Majalengka ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ketiganya yakni Dea Nur Amalia (bidang pangan) dengan produk Asboro, Kris Nandang (bidang sosial, agama, dan budaya) dengan produk Dukas Someah, serta Muhammad Ridwan Saputra (bidang pendidikan) dengan program LPQ Raudhatul Yaqien. Kepada ketiga pemenang diberikan uang pembinaan sebesar Rp.5 juta.

Ketiganya berharap dapat memberikan hasil terbaik saat mewakili Kabupaten Majalengka di tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus menginspirasi pemuda lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.

Dea Nur Amalia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dan menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan inovasi di sektor pangan lokal.

“Alhamdulillah, ini menjadi penyemangat bagi saya untuk mengembangkan Asboro agar bisa memberikan manfaat lebih luas, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kris Nandang menilai ajang Pemuda Pelopor menjadi ruang aktualisasi bagi pemuda untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Melalui Dukas Someah, saya ingin terus menguatkan nilai-nilai sosial dan budaya. Harapannya bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Adapun Muhammad Ridwan Saputra menegaskan komitmennya dalam pengembangan pendidikan generasi muda.

“Program LPQ Raudhatul Yaqien akan terus kami kembangkan agar mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlak baik,” ungkapnya. (Lintong)

About The Author