Bengkulu, Penalikenews.com – 29 April 2026 – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu melakukan pemantauan langsung ke Asrama Haji Bengkulu pada Selasa (27/4/2026).
Dalam kunjungan ini, tim Ombudsman menyoroti kesiapan sarana dan prasarana, serta menyerap aspirasi jamaah calon haji.
Kegiatan pemantauan ini dipimpin langsung oleh Kepala Keasistenan Pencegahan Perwakilan Ombudsman Bengkulu, Hendra Irawan. Tujuannya adalah memastikan penyelenggaraan haji berjalan sesuai standar pelayanan publik dan tidak terjadi maladministrasi yang merugikan jamaah.
“Kami turun langsung untuk melihat kesiapan akhir, karena ini menyangkut pelayanan dasar bagi para tamu Allah. Kami ingin memastikan tidak ada hak jamaah yang terabaikan, mulai dari keberangkatan hingga nanti kepulangan mereka ke tanah air,” ujar
Hendra Irawan di sela-sela pemantauan.
Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan, Ombudsman menilai fasilitas fisik di Asrama Haji Bengkulu sudah cukup memadai. Tim melihat langsung kondisi kamar tidur jamaah yang bersih, kondisi toilet, ketersediaan air bersih, hingga ruang makan yang digunakan untuk katering.
“Untuk sarana dan prasarana fisik asrama, secara umum kami lihat sudah cukup baik dan laik untuk digunakan. Ruang tunggu, tempat tidur, dan fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi siap,” tambah Hendra.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Intihan, MH, menyampaikan, “Alhamdulillah, Seluruh rangkaian proses berjalan aman di Asrama Haji.
Petugas yang kami turunkan jumlahnya sudah cukup dan mampu meng-cover pelayanan secara menyeluruh. Secara umum, kami melihat masyarakat dan para jamaah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bengkulu.
Adapun total jemaah yang kami berangkatkan tahun ini sebanyak 1.346 orang, yang terdiri dari 3,5 kloter, dan jumlah tersebut sudah termasuk seluruh petugas kloter yang mendampingi dari Bengkulu.”
Namun, dari hasil wawancara langsung dengan sejumlah jamaah calon haji yang tengah bersiap,Ombudsman mendapatkan masukan. Beberapa jamaah menyampaikan harapan agar kuantitas dan kesiagaan tenaga kesehatan di lingkungan asrama kedepannya agar ditingkatkan. Masukan ini dinilai penting mengingat faktor kelelahan dan kondisi kesehatan jamaah yang beragam, terutama bagi lansia.
“Kami mencatat aspirasi ini. Jamaah berharap ada penambahan atau setidaknya peningkatan intensitas pemantauan kesehatan oleh tenaga medis selama mereka berada di asrama, sebelum terbang ke Tanah Suci. Ini akan menjadi catatan kami untuk masukan kepada pihak terkait,” tegas Hendra.
Ombudsman Bengkulu akan merangkum seluruh temuan dan masukan dari lapangan untuk dituangkan dalam laporan resmi. Hasil pemantauan ini akan menjadi dasar pemberian saran perbaikan kepada instansi penyelenggara haji di daerah, demi meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji selanjutnya.
Kehadiran Ombudsman ini merupakan bagian dari pengawasan nasional terhadap penyelenggaraan ibadah haji untuk mencegah potensi maladministrasi dan memastikan pelayanan publik berjalan prima.















