BENGKULU, Penalikenews.com – Upaya menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan gerbang ekspor Provinsi Bengkulu terus dipersiapkan. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu menargetkan pengerukan alur pelayaran hingga kedalaman 12 meter mulai dilaksanakan pada tahun 2027.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, menjelaskan bahwa selain pengerukan alur, pembangunan jalan akses menuju pelabuhan juga ditargetkan mulai dikerjakan pada September atau Oktober 2026 setelah seluruh proses lelang selesai.
Menurut Dimas, saat ini sejumlah tahapan masih terus diselesaikan, termasuk penyesuaian anggaran, penyelesaian akses masyarakat, serta revisi tata ruang yang menjadi bagian penting dalam percepatan pengembangan kawasan pelabuhan.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses revitalisasi dapat berjalan sesuai rencana. Pengerukan hingga kedalaman 12 meter menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing Pelabuhan Pulau Baai,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain bersama Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu Suharto dan Darmawansyah menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai.
Usai rapat bersama jajaran Pelindo Bengkulu, Selasa (30/6/2026), Teuku menyampaikan bahwa kedalaman alur pelayaran saat ini baru mencapai sekitar 6,5 meter. Padahal, target yang ingin dicapai adalah 12 meter sesuai standar internasional agar kapal-kapal berkapasitas besar dapat bersandar dan melakukan aktivitas ekspor secara optimal.
“Kedalaman 12 meter merupakan standar yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekspor berbagai komoditas unggulan Bengkulu secara langsung melalui Pelabuhan Pulau Baai,” kata Teuku.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Pelindo juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pengembangan pelabuhan.
Menurut Teuku, keberhasilan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai akan membawa dampak besar bagi perekonomian daerah. Berbagai komoditas unggulan Bengkulu seperti batu bara, kopi, karet, kelapa sawit, hingga hasil perikanan nantinya dapat diekspor langsung tanpa harus melalui pelabuhan di provinsi lain.
“Jika revitalisasi ini berjalan sesuai rencana, Pelabuhan Pulau Baai memiliki potensi menjadi salah satu pelabuhan terbaik di Indonesia. Ini akan membuka peluang investasi, meningkatkan daya saing daerah, dan menciptakan ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bengkulu,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal realisasi program tersebut agar tidak berhenti pada tahap perencanaan semata.
“Kami ingin memastikan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai benar-benar terlaksana. Potensi pelabuhan ini sangat besar sebagai pintu gerbang perekonomian Bengkulu dan harus diwujudkan melalui kerja nyata seluruh pihak,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, dan Pelindo, pengembangan Pelabuhan Pulau Baai diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu sekaligus memperkuat posisi daerah dalam jaringan perdagangan nasional maupun internasional.(ES)













