SELUMA, Penalikenews.com – Proyek pembangunan Air Alas di Kabupaten Seluma senilai lebih dari Rp20,6 miliar Dilaksanakan Pt. Bangun Konstruksi Persada milik Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu di duga “anjang korupsi” yang hingga kini belum juga rampung, meski telah melewati target waktu pelaksanan penyelesaian yang ditetapkan dalam kontrak belum selesai.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat 29 Mei 2026, kondisi fisik proyek masih menunjukkan banyak pekerjaan yang belum selesai. Sejumlah material seperti batu dan koral tampak berserakan di area proyek, sementara aktivitas pekerjaan terlihat minim dengan hanya beberapa pekerja yang masih berada di lokasi.
Padahal, proyek tersebut seharusnya telah selesai pada 31 Desember tahun 2025 lalu. Namun hingga memasuki akhir Mei 2026 atau sekitar lima bulan setelah batas kontrak berakhir, pengerjaan fisik proyek masih terus berlangsung.


Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat
setempat terkait progres dan hasil pekerjaan yang belum kunjung tuntas. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Keni, mengaku masyarakat kesulitan mengetahui secara pasti bentuk dan batas bangunan yang sedang dikerjakan.
“Kami tidak tahu di mana batas bangunan itu. Apakah ini penggalian atau saluran. Kalau dilihat dari kondisi proyeknya, kebanyakan bangunan lama. Apakah ini hanya rehab atau bagaimana, kami kurang tahu,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, atas keterlambatan tersebut tidak ada penambahan anggaran proyek. Pembayaran kepada kontraktor hanya disesuaikan dengan volume pekerjaan fisik yang benar-benar berhasil diselesaikan di lapangan.
Meski demikian, hingga saat ini pekerjaan masih terus berlangsung dan fisik proyek belum sepenuhnya tuntas. Kondisi tersebut memunculkan sorotan mengingat nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp20,6 miliar namun belum dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Proyek Air Alas sendiri berada di bawah pengawasan Satuan Kerja BWSS VII Bengkulu dengan Kepala Satker Aris dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Aspawi.
Aspawi PPK Irigasi dan Rawa BWSS VII Bengkulu Rabu 3/6 diruang kerjanya mengatakan bahwa pekerjaan sudah selesai di laksanakan oleh kontraktor diantaranya. Rehab bendung. Fisik Sayap RWC. Pelapis kiri kanan yang ada dihulu bendung. Sementara hilirnya ada bronjong kiri kanan dan Mercu pintu penguras kanan 2 buah. Penguras kantong lumpur RWC hulu kiri kanan. “Di hulu bendung tidak masuk kontrak pekerjaan tapi dikerjakan”, ungkap Aspawi (Es).















