SDN Andir 2 Ambruk, Bupati Eman Ingatkan Pengusaha Jangan Ambil Untung Berlebihan

Majalengka, Penalikenews.com – Bupati Majalengka Eman Suherman bersama dinas BPBD, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka dan dinas PUTR Kabupaten Majalengka tinjau langsung gedung Sekolah SDN Andir 2 Jatiwangi yang ambruk Kamis (8/1/2026)

Bupati Eman Suherman geram kepada pihak mitra pemerintah yang membangun gedung Sekolah tersebut tidak sesuai spesifikasi.

” Udah harus hitung hitungannya buat cermin untuk mitra pemerintah yang seenaknya saja mencari keuntungan berlebih yang melaksanakan pembangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi , karna harus terus diingatkan karna resikonya besar, tugas Bupati Eman.

” Pa kepala Sekolah Saya titip yaa walaupun dibangun oleh pihak ketiga rasa memiliki agar tetap merawat dan menjaga keamanan dan kenyamanan sekolah ini resikonya tinggi untuk tidak ada korban jiwa, ujar Bupati.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Atap runtuh nyaris menutup seluruh ruang kelas, sementara material bangunan dan perabot sekolah tertimbun puing.

“Ruangan dipastikan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dalam waktu dekat,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Andir 2, Aswandi.

Aswadi mengungkapkan bahwa sebelum kejadian terdengar suara gemuruh dari dalam gedung. Beberapa saat kemudian, atap tiga ruang kelas ambruk secara bersamaan.

“Bangunannya sekitar empat tahun lalu sempat direhabilitasi. Sebelum roboh terdengar suara keras dari dalam,” kata Aswandi, Jumat (9/1/2026) dikutip dari Times Indonesia.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. “Alhamdulillah tidak ada siswa di dalam kelas. Pagi itu mereka hanya sebentar datang untuk mengambil MBG,” ujarnya.

Meski tidak menimbulkan korban, kerugian material akibat ambruknya gedung sekolah tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pihak sekolah kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka untuk penanganan lanjutan.

Sebagai langkah sementara, kegiatan belajar mengajar direncanakan akan dialihkan dengan menumpang di sekolah lain, sambil menunggu keputusan perbaikan atau pembangunan ulang gedung yang rusak.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kualitas konstruksi bangunan sekolah demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik di Majalengka (Lintong)

About The Author