MAJALENGKA, Penalikenews.com – Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, mendorong pelaku UMKM, pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga industri pangan di Kabupaten Majalengka untuk memaksimalkan penggunaan lembaga sertifikasi halal lokal. Menurut Dena, keberadaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Arham dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Kartika adalah aset daerah yang patut diperkuat sebagai motor pemberdayaan ekonomi.
Hal itu disampaikan Dena saat berdiskusi bersama pengelola lembaga halal dan masyarakat di Kertarahayu, Kecamatan Talaga, mengenai peluang memperluas layanan bagi pelaku usaha di Majalengka.
Dena menekankan agar pelaku UMKM tidak menunggu hingga pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal semak m5endesak. Label halal bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan modal utama untuk meningk⁷atkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
“Sertifikasi halal membantu 8⁷ UMKM kita naik kelas. Dengan adanya label halal, produk makanan dan minuman memiliki nilai tambah karena terjamin kepastian bahan dan proses produksinya,” ujar Dena.
Selain berdampak pada produk, keberadaan lembaga halal ini juga menciptakan ekosistem baru di Majalengka. Dena melihat bahwa kehadiran lembaga ini secara langsung membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, mulai dari posisi Pendamping Proses Produk Halal (P3H), Penyelia Halal, hingga Auditor Halal. “Ini adalah peluang bagi anak muda dan tenaga profesional kita untuk berkembang di sektor jasa halal yang kini semakin dibutuhkan,” kata Dena.
Dapur MBG Jadi Perhatian
Dorongan penggunaan lembaga halal lokal juga diarahkan pada penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Mengingat rantai pasok program MBG yang luas, aspek kehalalan menjadi sangat krusial dalam tata kelola pengolahan hingga distribusi makanan.
Dena menilai, pengalaman LPH Arham yang telah menangani sektor dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta berbagai industri pangan merupakan modal penting bagi Majalengka. “Dengan memanfaatkan lembaga yang tersedia di daerah, program nasional seperti MBG tidak hanya sukses secara gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi ekosistem lokal kita,” pungkas Dena.
Sudah Terbitkan Belasan Ribu Sertifikat
Salah satu pimpinan lembaga Dani Miharja, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa lembaga yang ia pimpin telah menjangkau layanan di 16 provinsi dengan belasan ribu sertifikasi halal yang diterbitkan, mencakup UMKM hingga industri pangan besar.
Untuk menjaga standar kualitas, Dani menegaskan bahwa LPH Arham kini telah menjalin kerja sama strategis dengan MBrio, lembaga sertifikasi HACCP yang telah bersertifikat Komite Akreditasi Nasional (KAN). “Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga standar pemeriksaan yang profesional dan berkualitas tinggi,” ujar Dani.
Dani juga menambahkan bahwa pelaku usaha kini memiliki akses layanan yang lebih efisien di daerah sendiri. “Kami berkomitmen memberikan harga yang kompetitif, dikerjakan oleh tim profesional, dan memastikan proses pemeriksaan berjalan dengan cepat,” jelasnya.(Lintong)













