PA DPC GMNI Majalengka Gelar Seminar Pengembangan UMKM di Era Digitalisasi, Dorong UMKM Naik Kelas

Majalengka, Penalikenews.com — Persatuan Alumni (PA) DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Majalengka menggelar Seminar Pengembangan UMKM di Era Digitalisasi di Majalengka, Selasa (13/10/2026).

Seminar tersebut menghadirkan Ketua PA DPD Jawa Barat Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari sebagai pembicara utama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka Pai Supardi, dan Ketua PA DPC GMNI Kabupaten Majalengka Andika, S.E.

Ketua PA DPC GMNI Kabupaten Majalengka Andika, S.E., dalam sambutannya mengatakan, seminar ini digelar untuk menjawab tantangan digitalisasi UMKM. Berdasarkan data Kementerian UMKM per 24 September 2026, baru 4.220 UMKM yang terdigitalisasi melalui program Juragan UMKM, sementara 56,2 persen UMKM di Indonesia belum terintegrasi dengan ekonomi digital.

“Potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar, nilai brutonya mencapai US$100 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun. Di sisi lain sudah ada 25 juta UMKM masuk ekosistem digital dan transaksi QRIS tumbuh 139,99 persen. UMKM Majalengka jangan sampai tertinggal,” ujar Andika.

Ketua PA DPD Jawa Barat Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari dalam sambutannya menegaskan, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Jawa Barat. Ia mendorong UMKM Majalengka memanfaatkan program pemerintah seperti KUR 2026 dengan plafon Rp295 triliun, Kartu Usaha Produktif, dan pelatihan gratis di platform SAPA UMKM.

“UMKM Jawa Barat harus naik kelas. Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan. Omzet UMKM yang go digital terbukti 3 kali lipat lebih besar,” tegas Ineu.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Majalengka Pai Supardi menyatakan kesiapan insan pers untuk menjadi jembatan promosi UMKM lokal. Menurutnya, banyak produk unggulan Majalengka yang berkualitas namun kurang publikasi.

“PWI siap bantu promosikan. Di era 2026, UMKM wajib bisa bikin konten video pendek setiap hari. Itu kunci agar produk dikenal pasar nasional,” kata Pai.

Dalam seminar tersebut, dipaparkan 3 Kunci UMKM Naik Kelas versi Bank Indonesia dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, yakni E-Farming untuk meningkatkan produktivitas, E-Commerce untuk memperluas pasar melalui marketplace dan Indonesia Open Network (ION), serta E-Financing melalui aplikasi SIAPIK dan QRIS MDR 0%.

Melalui seminar ini, PA GMNI Majalengka berharap UMKM di Majalengka mampu mengatasi tiga tantangan utama, yakni mindset yang masih gaptek, kemampuan membuat konten, dan pencatatan keuangan yang masih tercampur.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan komitmen bersama untuk mendorong UMKM Majalengka naik kelas dan tembus pasar digital nasional.(Lintong).

About The Author