BENGKULU, Penalikenews.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, SH, MH, yang juga menjabat sebagai Ketua Oikumene Perayaan Natal 2025, melaksanakan kegiatan donor darah salah satu rangkaian natal bekerja sama dengan PMI Provinsi Bengkulu. Kegiatan kemanusiaan tersebut digelar di Gereja Penginjil Paroki Kota Bengkulu, Rabu (3/12).
Sejumlah jaksa dari Kejati dan Kejari Bengkulu turut mendonorkan darah mereka sebagai wujud kepedulian sosial . Kajati menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Oikumene Tahun 2025 yang telah disiapkan panitia.
“Kami sangat berterima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan darahnya. Ini adalah kontribusi nyata untuk membantu sesama. Kami juga mengimbau masyarakat yang sehat agar ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah,” ungkap Kajati.
PMI: Kebutuhan Darah Tinggi, Kekurangan 30 Persen
Kepala Unit Transfusi Darah PMI Provinsi Bengkulu, dr. Vini Restu Insani, menyampaikan apresiasi kepada Kajati dan seluruh pendonor yang telah berpartisipasi. Ia mengungkapkan bahwa dua tahun terakhir kebutuhan darah di Bengkulu sangat tinggi.
“Berdasarkan data, kebutuhan darah per bulan mencapai 3.000 kantong. Namun, PMI baru mampu memenuhi sekitar 70 persen. Sisanya 30 persen menjadi persoalan besar karena banyak masyarakat datang mencari darah, tetapi stok sedang kosong,” jelas dr. Vini.
Ia menegaskan bahwa kondisi kekurangan darah rawan memicu praktik jual beli darah, yang jelas tidak diperbolehkan dan dapat dipidana.

Untuk meningkatkan ketersediaan darah, ia menyarankan masyarakat menjadi pendonor rutin.
“Pendonor rutin sebaiknya mendonor tiga bulan sekali, sementara untuk pria bisa dua bulan sekali. Sebelum donor, kadar hemoglobin diperiksa dan harus di atas 12,5,” ujarnya.
Dr. Vini menambahkan bahwa setetes darah dari pendonor dapat menjadi amal jariah yang menyelamatkan nyawa. “Satu tetes darah bisa menyelamatkan satu nyawa,” tegasnya.
Gereja Paroki Terbuka untuk Kegiatan Sosial
Romo Paulus, Pendeta Gereja Paroki, menjelaskan bahwa donor darah telah menjadi kegiatan rutin di gereja karena tingginya kebutuhan, terutama saat Idulfitri.
“Gereja Paroki selalu terbuka untuk kegiatan sosial apa pun yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan donor darah yang digelar kali ini, terkumpul belasan kantong darah dari jaksa Kejati/Kejari Bengkulu serta jemaat Gereja Paroki.(ES).














