Pelatihan Manajemen Masjid Modern Digelar di Islamic Center, Baznas Majalengka Libatkan 10 Masjid Percontohan

Majalengka, Penalikenews.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka mendorong transformasi pengelolaan masjid melalui Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (9/10/2026), tersebut melibatkan perwakilan dari 10 masjid yang diproyeksikan menjadi percontohan pengelolaan masjid modern.

Pelatihan ini diarahkan untuk memperluas peran masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, mengatakan pengelolaan masjid perlu terus berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan umat yang semakin beragam.

“Masjid bukan hanya tempat ritual keagamaan, tetapi juga ruang lahirnya dimensi peradaban, ekonomi, edukasi, dan sosial,” ungkap Agus.

Menurutnya, pengembangan manajemen masjid modern membutuhkan tata kelola yang baik, program yang bermanfaat, serta keterlibatan berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

“Karena itu, pelatihan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Baznas dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperkuat fungsi masjid di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Baznas menghadirkan pengelola masjid yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan pelayanan dan aktivitas kemasyarakatan. Di antaranya pengelola Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi dan Masjid Affiliate Al-Kahfi Bunut di Banjaran, Kabupaten Bandung.

Pengalaman kedua pengelola masjid tersebut diharapkan menjadi referensi bagi peserta untuk mengembangkan pelayanan yang inovatif, terbuka, dan mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Agus juga berharap 10 masjid peserta dapat melibatkan anak-anak muda dalam kepengurusan maupun pelaksanaan program.

“Dari 10 masjid yang menjadi peserta, kami berharap ada keterlibatan anak-anak muda. Dengan begitu, pengembangan masjid bisa lebih sesuai dengan tren dan kebutuhan generasi sekarang,” katanya.

Selain pelatihan manajemen, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyaluran wakaf 500 mushaf Al-Qur’an kepada majelis taklim dan lembaga pendidikan, termasuk Universitas Majalengka. Pengadaan mushaf ini didukung para donatur, salah satunya H. Ade Haris yang memberikan infak sebesar Rp50 juta.

Baznas Majalengka juga menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp311 juta untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Baznas turut mendukung program Balai Ternak Baznas RI bagi kelompok Suka Mulya di Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran. Program dengan dukungan anggaran Rp500 juta tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha peternakan dan pendapatan keluarga penerima manfaat.

Kegiatan pelatihan dihadiri perwakilan Baznas RI, Wakil Ketua I Baznas Provinsi Jawa Barat Dr. Ijang Faisal, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, camat, tokoh agama, unsur pendidikan, perbankan, serta mitra dan donatur Baznas.

Melalui pelatihan ini, Baznas Majalengka berharap pengelolaan masjid semakin profesional dan inovatif sehingga masjid mampu menjadi pusat peradaban umat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Lintong)

About The Author