Sintang, Penalikenews.com – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, secara resmi melepas Tim Kabupaten Sintang yang akan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Acara pelepasan dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang pada Selasa, 23 Juni 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, Kasi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang Edy Pranoto, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Sintang Ramli Andoi beserta jajaran pengurus, para pendeta, pelatih, official, serta seluruh anggota Tim Pesparawi Kabupaten Sintang.
Dalam sambutannya, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri untuk mewakili Kabupaten Sintang pada ajang Pesparawi Nasional. Menurutnya, keikutsertaan dalam Pesparawi tidak hanya bertujuan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarumat Kristiani dari seluruh Indonesia serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pujian kepada Tuhan.
Bupati Sintang berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa percaya diri. Ia juga meminta agar seluruh anggota tim menjaga nama baik Kabupaten Sintang selama berada di Papua Barat.
“Saya berharap seluruh peserta tetap semangat mengikuti setiap cabang lomba yang diikuti. Tunjukkan kemampuan terbaik yang sudah dipersiapkan selama ini. Kita semua tentu berharap Kabupaten Sintang dapat meraih hasil yang membanggakan dan membawa pulang prestasi,” ujar Gregorius Herkulanus Bala.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sebenarnya ingin mengirim lebih banyak peserta untuk mengikuti ajang nasional tersebut. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi saat ini.
Sebenarnya kami ingin mengirim lebih banyak orang ke sana, baik untuk berlomba maupun untuk belajar dan menambah pengalaman. Namun kita menghadapi keterbatasan pendanaan. Pendapatan Asli Daerah kita masih terbatas, sementara kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat juga sangat banyak,” terang Gregorius Herkulanus Bala.
Ia menjelaskan bahwa sumber Pendapatan Asli Daerah berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat dan pelaku usaha. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah agar kemampuan fiskal Kabupaten Sintang semakin meningkat di masa yang akan datang.

“PAD berasal dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat. Karena itu kita perlu bersyukur dan mendoakan para pengusaha, para pekerja, dan seluruh masyarakat yang berkontribusi melalui pembayaran pajak. Semua pembangunan dan berbagai kegiatan yang kita lakukan berawal dari kontribusi mereka,” tambahnya.
Meskipun memiliki keterbatasan, Bupati Sintang tetap optimistis Tim Pesparawi Kabupaten Sintang mampu memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional. Ia menyadari bahwa seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia juga telah melakukan persiapan yang matang dan memiliki kualitas yang sangat baik.
“Kita tentu berharap ada hasil yang bisa diraih di sana. Namun kita juga harus menyadari bahwa ini adalah sebuah perlombaan dan semua daerah mengirimkan peserta terbaiknya. Yang terpenting adalah memberikan penampilan terbaik, menjaga kekompakan, dan menunjukkan karakter yang baik selama mengikuti kegiatan,” pesannya.
Menutup sambutannya, Bupati Sintang mendoakan agar seluruh anggota tim diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama perjalanan maupun selama mengikuti Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
“Selamat mengikuti Pesparawi Nasional. Semoga perjalanan kalian lancar, baik saat berangkat maupun saat kembali ke Sintang. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai serta memberikan hasil yang terbaik bagi Kabupaten Sintang,” tutup Gregorius Herkulanus Bala.
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, akan diikuti oleh kontingen dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi wadah pembinaan seni paduan suara gerejawi sekaligus sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan umat Kristiani di Indonesia. (tim)














